Selasa, 12 Februari 2019

5 Fakta Menarik Plengkung Gading, Salah Satu Gerbang Masuk Selatan Keraton Yogyakarta

Plengkung Gading tahun 2018 (tampak depan)


Julukan Yogyakarta sebagai kota budaya memang tak salah. Kota yang telah saya singgahi kurang lebih 23 tahun ini menyimpan banyak kisah dan peninggalan budaya dari nenek moyang terdahulu. Sampai saat ini pun masih terjaga keasliaannya. Dijamin kamu bakal terkesan jika berlibur ke Yogyakarta sambil mempelajari budayanya.

Eitsss, berbicara tentang kota Yogyakarta tidak ada habisnya, loh, Dears. Tak hanya menyimpan kisah sejarah, Yogyakarta juga  terkenal dengan pesona keramahan penduduknya. Oleh sebab itu, banyak wisatawan datang ke Yogya untuk berlibur. Bagi mereka Yogyakarta memang begitu istimewa, yang membuat mereka datang lagi dan lagi.

Kali ini yang akan saya tulis adalah bangunan bersejarah di Yogyakarta. Bangunan  yang sederhana dan bentuknya menyerupai gapura, biasa disebut plengkung. Nah, ada 5 plengkung di kota Yogyakarta, salah satunya  Plengkung Gading. Plengkung Gading ini selalu saya lewati sebagai jalur alternatif ketika antar jemput sekolah anak saya yang kecil. Selain itu, saya pun bisa menyegarkan pandangan dengan  melewati Alun-alun Kidul dan Tamansari.  

Berikut ini, kamu bisa simak 5 fakta menarik seputar Plengkung Gading, Dears.

1. Bentuknya Masih Asli
Pesona Plengkung Gading di siang hari (tampak belakang)
Bangunan ini ada kaitannya dengan Keraton Yogya, karena salah satu gerbang pintu masuk ke Keraton dari arah selatan Alun-alun Kidul. Plengkung Gading ini  masih terjaga arsitekturnya hingga sekarang. Bentuknya pun masih sama dengan keasliannya seperti 200an tahun yang lalu walaupun sempat diperbaiki lagi.

2. Sakral dan Bersejarah
Plengkung Gading tahun 1890 (tampak depan)


Plengkung Gading mempunyai sejarah bagi keluarga Keraton Yogyakarta, khususnya Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga X. Bangunan ini adalah satu-satunya pintu keluar  bagi raja Keraton Yogyakarta  yang sudah meninggal. Jenazah Sultan Yogya kemudian akan  keluar melewati Plengkung Gading lalu disemayamkan di Makam Raja-raja Imogiri, Bantul. Konon, Sultan yang masih hidup, tidak diperkenankan melewati Plengkung ini.


3. Sarat Akan Makna

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta telah menetapkan Plengkung Gading sebagai situs cagar budaya. 

Plengkung Gading nama sebenarnya adalah Plengkung Nirbaya.  Plengkung ini bukan bangunan sembarangan. Nirbaya memiliki makna  yaitu "Nir"  artinya tidak ada, sedangkan "baya" ahaya. Jadi secara sederhana Plengkung Nirbaya dapat diartikan gerbang yang tidak ada bahaya. Maksudnya adalah bebas dari bahaya dunia yang mengancam Kraton Yogyakarta.


4. Bangunan yang Unik
2 tangga berada di sisi utara


Hiasan lengkungan di atas gapura
Kata plengkung ini sebenarnya diambil dari bentuk pojok beteng yang melengkung, secara umumnya seperti benteng yang memanjang. Plengkung Gading ini dapat diakses dengan dua tangga yang berada di sisi utara bangunan. Plengkung Gading memiliki ukuran yang paling besar. Terdapat hiasan lima lengkungan di atasnya dan satu lengkungan lagi di puncaknya. Bangunan ini terlihat unik dengan arsitektur yang berbeda.

 5. Spot Foto Klasik
Pesona Plengkung Gading di malam hari (tampak belakang)
Berdiri di tengah-tengah pusat kota Yogya, hingga kini, Plengkung Gading berfungsi sebagai sarana lalu lintas dari sebelah selatan  menuju area Kraton Yogyakarta. Saat malam hari, Plengkung Gading  terlihat indah dengan berhiaskan lampu warna-warni. Kamu dapat mengabadikan momen dengan berpose di depan kamera, karena bangunan ini merupakan salah satu spot klasik disini. Bahkan, jika kamu ingin berfoto saat senja atau sore hari, hasilnya juga akan bagus. Saat mengambil foto di tempat sakral ini, diharapkan tetap menjaga sopan santun, ya.

Nah, demikianlah 5 fakta menarik dari Plengkung Gading ini. Penasaran ingin mengambil foto di bangunan sakral ini? Yuk, jadikan Yogyakarta sebagai destinasi tujuanmu selanjutnya, Dears.

Salaam,








#SETIP
#SemingguTigaPostingan
#estrilookchallenge
#estrilookcommunity
#dayfour



22 komentar:

  1. Padahal setiap tahun ke Jogja kenapa baru tahu ya wah info menarik inih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk Miss Juli kalau ke Yogya lagi bisa mampir selfie hehehh

      Hapus
  2. aku udah pernah ke keraton jogja belum ya? lupa wkwkwk, tapi bagus yes. kalau saya sering yang di solo karena emang setiap pulkam kesana terus deket sama pasar klewer wkwkk. kalo beli pecel pasti yang deket keraton, enak pecelnya ~

    BalasHapus
  3. Ternyata Jogja bukan hanya soal gudeg, malioboro, keraton, alun2. Saya baru tahu soal plengkung gading. Jogja terasa semakin kental dengan budaya dan melekat dengan sejarah. Arsitekturnya tampak sedikit berbeda dengan pada zaman dulu, tapi tetap terawat. Hm, apa karena direnovasi setelah gempa jogja 2006 silam? Apa direnov sebelum itu? Ah ya, penampakannya di malam hari begitu cantik. Jadi semakin ingin ke Jogja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa mb amat terawat, sudah beberapa kali direnov. Wah saya juga suka lewat pas malam hari..indahnya karena ada lampu sorot warna-warni.

      Hapus
  4. Wah, jadi pengen cepet-cepet mudik lihat fotonya mbak. Hehehe. Btw Plengkung Gading ini sayangnya sering banget macet kalo siang ya, saya sering lewat situ kalo mau ke rumah keluarga besar di Patehan. Bangunannya bagus sih, tapi macetnya itu gak nguati, hwkwkwkwkk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahah iya mb..macetnya yang dari arah alun2 kidulnya,,pas lampu merah pada berhenti di arah lawan jadi kalau mau masuk ke arah alun2 yang dari selatan, timur, barat ke tutup jalannya. heheheh

      Hapus
    2. hahah iya mb..macetnya yang dari arah alun2 kidulnya,,pas lampu merah pada berhenti di arah lawan jadi kalau mau masuk ke arah alun2 yang dari selatan, timur, barat ke tutup jalannya. hehehe

      Hapus
  5. Wah keren mbaa, aku baru tau Plengkung gading punya filosofi yang sangat luas

    BalasHapus
  6. Yogya memang mempunyai banyak hal yang menarik untuk diulas. Mulai dari makanan, kebudayaan, pendidikan, adat istiadat, dan banyak lagi. Mudah-mudahan satu hari nanti bisa ke sana.

    BalasHapus
  7. Kayaknya saya perlu berangan angan kesana deh...buat nerusin tulisannya hehehehe

    BalasHapus
  8. Meskipun sering melewatinya, tapi saya malah belum pernah berfoto di depannya.. He3... Trmksh infonya mb...

    BalasHapus
  9. Waahhh baru tahu fakta menarik ini. Apalagi larangan Sultan yang masih hidup nggak boleh lewat plengkung gading, serius, mbak Nur?

    BalasHapus
  10. Dulu kalau saya jalan-jalan jarang banget memperhatikan detail yang saya lihat itu apa, beda banget sama sekarang, maunya mencari tahu sebanyak-banyaknya.
    Ini juga terlewat, karena sepertinya saya hanya melihat & lewat, hehe...
    Terima kasih informasinya Mbak, jadi tahu deh.

    BalasHapus
  11. Mba tinggal di Jogja? Wahhh Jogja sih buatku kota yg mnyimpan bnyk kerinduan. Udh gk keitung saya ke Jogja. Mrt akhir insha allah sy ke Jogja lgi...tk mlipir ah ke Keraton...thx infonya yaa...

    BalasHapus
  12. wajib swafoto di plengkung gading juga nih kalau berkujung ke jogja ... nice info mbak ...

    BalasHapus
  13. Dari tulisan ini..saya baru tahu cerita dibalik gerbang masuk keraton "plengkung gading". Terima kasih sudah berbagi ya Mbak😊

    BalasHapus
  14. Terakhir ke Jogja tahun 2014 dan saya tidak singgah di Plengkung Gading ini. Sarat filosofi dan sudah jadi bangunan CB ternyata.
    April nanti insya Allah saya ke Jogja lagi. Pengen deh berfoto di Plengkung ini.

    BalasHapus
  15. Ternyata saya sering lewat di sini. Tapi gak ngeh namanya apa. Maklum dulu 2013 selama setahun merantau di Jogja, banyak cari uangnya dan jarang jalan2. Hiks sekarang nyesel deh gak pny tulisan tentang tempat ini

    BalasHapus
  16. Yeayy alhamdulillah udah pernah ke sana walau dulu banget pas masih single dan emang bangunan di sana itu sarat akan sejarah plus banyak yang masih aslii dari jaman dulu. Jogja memang keren ya!

    BalasHapus
  17. saya baru tahu kalau bisa naik ke atas. padahal sudah berkali-kali ke jogja dan lewat sini. duh, jadi kangen jogja

    BalasHapus