Jumat, 30 November 2018

Ciptakan Kebahagiaan Dari Kesederhanaan, Bukan Kesempurnaan


Kamu termasuk seorang wanita perfeksionis? Jika kamu ingin menciptakan  kesempurnaan terus menerus, kemungkinan besar kamu kurang bisa bahagia menjalani hidup. Semakin tinggi standar kesempurnaan, hidup makin tidak bahagia. Ketika kamu dapat menerima ketidaksempurnaan dengan tulus dan ikhlas maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan. 

Apalagi kalau kamu adalah seorang ibu, tidak perlu terobsesi untuk menciptakan kesempurnaan. Kadang dengan sikap perfeksionis, kamu berhasil menciptakan rumah yang bersih dan indah. Setiap saat kamu berteriak-teriak kepada suami dan anak-anak dengan sejumlah larangan. Kamu marah  tak karuan kepada anakmu yang tanpa sengaja meninggalkan jejak kaki di lantai yang sedang dipel. Kamu jengkel kepada suami yang terkadang menaruh baju seenaknya. Kamu geram kepada tetangga yang tanpa sengaja mengotori halaman depan rumah. Dears, tapi apa gunanya kalau rumah tak lagi nyaman bagi keluarga kamu? Apa kamu bisa bahagia?


Rumah sedikit kotor asal  dipenuhi dengan tawa bahagia, bukankah itu jauh lebih baik? Sadarilah bahwa sikap yang rumit dan kebiasaan mempersulit segala sesuatu terkadang telah mencuri sukacita dan kebahagiaan. Itulah yang menghalangi kita menikmati kehidupan. Jadilah sederhana . Terimalah ketidaksempurnaan. Hanya karena ingin segalanya perfect, maka hilanglah kebahagiaan. Percayalah, kunci untuk menjadi bahagia bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan menjalani kehidupan yang sederhana.

 Dears, belajarlah untuk mensyukuri kehidupan yang tidak berjalan dengan sempurna itu. Tak perlu khawatir, kesempurnaan ada pada Allah semata dan sebagai manusia kita hanya bisa menjadikan kekurangan menjadi kelebihan dalam sebuah kehidupan. Itulah, kesempurnaan sebenarnya. 



0 komentar:

Posting Komentar